Bahaya Menunda-nunda

Bahaya Menunda-nunda

Adik-adik, bagaimana kabarnya? In syaa Allah senantiasa diberikan nikmat sehat, rejeki, waktu dan ilmu yang bermanfaat. Sudah belajarkah hari ini Adik-adik?? Sudah sholat dan mengajikah hari ini Adik-adik?? Apakah Adik-adik lebih dulu up to date game handphonenya? atau hari ni banyak waktu luang yang telah terlewati tanpa kegiatan yang bermanfaat? 

Adik-adik yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala...

Waktu yang Allah berikan tidak boleh kita sia-siakan. Waktu sangat berharga hingga Allah Subhanahu wa ta'ala pun bersumpah dalam Alquran QS. Al Ashr yang memiliki arti demi masa. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam telah mengingatkan umatnya untuk senantiasa menghargai waktu dan jangan menunda-nunda sebuah pekerjaan. Karena manusia dibatasi oleh ajal yang bisa datang kapanpun dan dimanapun, tanpa bisa ditawar lagi.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam pernah memegang bahuku sambil bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia seolah-olah orang asing atau pengembara’. Ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata, ‘Kalau datang waktu sore jangan menanti waktu pagi. Kalau tiba waktu pagi jangan menanti waktu sore. Gunakan sebaik-baiknya sehatmu untuk waktu sakitmu dan masa hidupmu untuk waktu matimu.” (HR. Bukhari)

Imam Nawawi menyebutkan hadits ini dalam rangkaian hadits Arba’in, karena menyimpan makna dan pesan yang sangat penting, utamanya bagi seorang muslim. Pesan Rasulullah SAW kepada Ibnu Umar ra ini bukanlah termasuk nasihat khusus, tetapi merupakan pesan umum yang berlaku bagi siapapun dan seyogyanya kita pahami sebagai arahan dan petunjuk yang akan meningkatkan kualitas dan produktivitas hidup kita.

Kalau ajal sudah menjemput, sementara kita belum sempat beramal kebajikan karena selalu kita tunda-tunda di dunia, maka kita akan menyesal tanpa guna di akhirat. Kita akan merengek-rengek kepada Allah agar kita dikembalikan ke dunia ini lagi sehingga kita bisa beramal. Akan tetapi ketika itu mustahil seseorang akan dikembalikan lagi ke dunia.

Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan setiap detik dalam kehidupan kita di dunia ini dengan amal-amal kebaikan. Kita harus bersemangat untuk beramal yang sebanyak-banyaknya di dunia ini. Sangat tidak tepat jika yang justru dominan dalam diri kita adalah sifat malas, hura-hura, suka kemaksiatan dan hal-hal lain yang tidak produktif serta tidak memberi nilai kemanfaatan apapun untuk masa depan kehidupan kita.

ika kita menunda suatu pekerjaan hingga nanti, maka kita akan mendapati pada waktu nanti itu pekerjaan akan bertumpuk: pekerjaan saat itu dan pekerjaan yang tadinya kita tunda. Jika demikian, apakah kita masih mau menunda sebuah pekerjaan? apakah adik-adik masih mau menunda belajar adik-adik padahal waktu terus berjalan dan cita-cita kita butuh perjuangan untuk menggapainya, iyakan?


Barakallahu fii kum^^