5 Kejanggalan Kasus Pembobolan Dana Nasabah Maybank Versi Hotman Paris

5 Kejanggalan Kasus Pembobolan Dana Nasabah Maybank Versi Hotman Paris

Attorney di PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Hotman Paris Hutapea mengungkapkan, setidaknya ada lima kejanggalan dalam kasus hilangnya tabungan oleh kliennya yang merupakan atlet e-sports Winda Lunardi atau Winda Earl dan ibunya, Floletta Lizzy Wiguna.

Pertama, dari pembukaan rekening pada tahun 2014 hingga saat ini, pemilik tabungan tidak pernah memegang buku tabungan atau kartu ATM. Bahkan, kartu ATM dan buku tabungan itu sudah diserahkan kepada tersangka di kepala cabang Bank Maybank dan tidak pernah diminta.

Tabungan klien berasal dari ayah Winda, Herman Gunardi. Saat pertama kali membuka tabungan, terjadi transfer uang sebesar Rp. 2 miliar. Sementara jumlah simpanan penuh saat ini diklaim mencapai Rp. 17,9 miliar dan semuanya dari ayahnya, Herman Gunardi.

“Mereka menerimanya yang ditandai dengan bukti penerimaan buku tabungan dan ATM. Namun tersangka, pengelola cabang, mengakuinya sejak awal (memiliki kartu ATM dan booklet), dan nasabah tidak. tidak pernah mengeluh, tidak pernah mengaku pernah mengeluh, "ujarnya. Hotman Paris dalam jumpa pers yang disiarkan langsung di Instagram @maybankid, Senin 9 November 2020.

Kedua, bunga tabungan Maybank berjangka tidak dibayarkan oleh perusahaan, melainkan dari rekening pribadi tersangka pada manajer cabang di Bank Maybank. “Padahal, bunga tabungan itu sebenarnya dibayarkan oleh bank swasta lain kepada Herman Gunardy. Pemilik tabungan tidak pernah mengeluhkan hal ini,” kata Hotman Paris.

Ketiga, nasabah tidak pernah mengontrol aliran dana ke tabungannya. Padahal pada tahun 2016 terjadi transfer dana dari Rp. 576 juta yang disebut pembayaran bunga atas tabungan ini. Namun, pemilik tabungan tidak pernah menjelaskan masalah ini.

Keempat, pembayaran bunga juga tidak sesuai dengan kesepakatan awal, yaitu sekitar 7% dari total simpanan atau seharusnya Rp1,2 miliar. “Pada saat pembayaran bunga, pemilik dana tidak pernah mengeluh,” kata Hotman Paris

Kelima, dalam perjalanannya, rekening yang dinyatakan sebagai tabungan berjangka juga mencatat arus keluar Rp 6 miliar ke Prudential untuk pembukaan polis asuransi. Transaksi transfer dilakukan oleh tersangka, namun dalam waktu 1 bulan uang tersebut dikembalikan kepada ayahnya, Herman Gunardi dari Prudential, sebesar Rp 4,8 miliar. "Informasi ini ada di buku rekening," ujarnya.

Karena itu, Hotman Paris mencurigai akan melakukan aktivitas perbankan di dalam bank tersebut jika terjadi pembobolan dana klien. “Hanya yang terlibat, kami serahkan ke penyidik. Maybank masih menunggu proses hukum,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Head of Financial Crime Compliance and National Anti Fraud PT Bank Maybank Indonesia Tbk. PT Bank Maybank Indonesia Nehemia Andiko mengatakan pihaknya selalu melakukan praktik untuk mengenal nasabah dan mengenal karyawan dengan baik.

“Ini sesuai dengan regulasi yang berlaku, proses knowledge karyawan tetap berjalan di operasional kami,” kata Andiko.

Sebelumnya diberitakan bahwa atlit e-sports Winda Lunardi dan ibunya, Floleta Lizzy Wiguna, menjadi korban kejahatan perbankan dengan bunga tinggi hingga 10%. Tabungan yang mereka tanam selama lima tahun di Maybank bukan hanya tidak menghasilkan keuntungan, tetapi lenyap tanpa bekas.

Totalnya Rp 20 miliar, dengan rincian (simpanan) Winda Rp 15 miliar, ibu Rp 5 miliar, kata kuasa hukum Winda Joey Pattinasarany.

Joey mengatakan kliennya telah menabung dari Maybank sejak 2015 di dua rekening terpisah. Pada 2020, kata dia, nilai uang melalui rekening Winda dan Floletta seharusnya sudah mencapai Rp 20 miliar. Namun, simpanannya menghilang begitu saja. Floletta hanya punya sisa Rp 17 juta. Sedangkan rekening Winda hanya menyisakan uang tunai Rp 600.000.