Penasihat Spiritual Donald Trump Sebut Malaikat Bantu Pemilu AS 2020

Penasihat Spiritual Donald Trump Sebut Malaikat Bantu Pemilu AS 2020

Penasihat spiritual Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Paula White-Cain, menyebut ada gangguan iblis di pemilu AS 2020. Ia lantas meminta Tuhan agar mengirim malaikat.

Paula menggelar doa bersama untuk mengekspos adanya pada Rabu 4 November 2020 waktu setempat. Ia berkata ada "konfederasi iblis" dan "rencana dan jaringan iblis" yang mengganggu pemilu AS.

Penasihat Donald Trump itu berdoa agar Tuhan mengekspos rencana-rencana jahat di pemilu AS, terutama di enam negara bagian. Ia tak menyebut negara bagian mana yang dimaksud.

"Ini bukan pertempuran politik, ini pertarungan spiritual, ini pertempuran baik dan jahat," ujar Paula White-Cain seperti dikutip pada Kamis (5/11/2020).

"Saya mendengar suara kemenangan," ujar Paula berkali-kali. Ia juga berkata pasukan malaikat dari Afrika dan Amerika Selatan dikirim ke AS

"Malaikat dikerahkan sekarang. Malaikat dikirim sekarang," ujarnya.

"Malaikat dikirim dari Afrika sekarang, mereka datang ke sini, atas nama Yesus, mereka datang dari Amerika Selatan, mereka datang ke sini."

Paula White-Cain merupakan pendiri Without Walls International Church yang bangkrut pada 2014. Donald Trump menunjuknya sebagai penasihat Gedung Putih pada Faith & Opportunity Initiatife pada 2019.

Pendukung Biden Pawai Damai di New York, Demo Loyalis Trump Ricuh di Detroit

Ribuan pendukung Joe Biden tengah melakukan pawai damai pada Rabu 4 November 2020 malam di New York, untuk menuntut setiap suara dalam pemilihan presiden yang ketat dihitung, ketika beberapa pendukung Donald Trump memprotes di Detroit menuntut penghentian penghitungan suara di negara bagian utama Michigan.

Mengutip laman Channel News Asia, Kamis (5/11/2020), demonstran di New York berlangsung damai dan berlangsung selama beberapa generasi, dengan para demonstran bergerak dari Fifth Avenue menuju Washington Square Park di Greenwich Village, Manhattan.

Di kubu Demokrat di New York, para demonstran berharap, tetapi masih berhati-hati untuk memanggil kandidat mereka yaitu Biden.

"Kami perlu menghitung setiap suara dalam pemilihan ini," kata Sarah Boyagian, bagian dari Koalisi Lindungi Hasil di balik demonstrasi yang diselenggarakan di bawah pengawasan ketat polisi.

"Donald Trump telah mengklaim pemilihan sebelum setiap suara dihitung dan kami mengirimkan pesan bahwa itu tidak dapat diterima," kata pria berusia 29 tahun itu kepada AFP.